Sabtu, 03 November 2012

UMAT YANG ISTIMEWA

“Yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik” ( Titus 2:14 )
               Tuhan telah mengasingkan mereka yang saleh bagi diri-Nya, dan pengabdian diri bagi Tuhan dan pemisahan dari dunia ini dengan jelas dinyatakan dan dengan tegas diamarkan baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Ada dinding pemisah yang Tuhan Sendiri telah tetapkan antara hal-hal dunia dan hal-hal yang Ia telah pisahkan dari dunia dan sucikan untuk Diri-Nya. Panggilan dan karakter umat Tuhan itu istimewa. Masa depan mereka itu khusus, dan keistimewaan ini membedakan mereka dari semua bangsa. Semua umat Tuhan di atas bumi adalah satu tubuh, dari sejak mula sampai akhir masa. Mereka memiliki satu Kepala yang mengatur dan memerintah tubuh. Pembatas yang sama terletak di atas umat Tuhan sekarang, untuk dipisahkan dari dunia, sebagaimana yang terjadi pada Israel kuno. Kepala agung dari gereja tidak berubah…
                  Saat kita membaca Firman Tuhan, betapa jelas bahwa umat Tuhan itu istimewa dan berbeda dari dunia yang tidak percaya di sekeliling mereka. Kedudukan kita itu menarik dan menakutkan; hidup di zaman akhir, betapa penting agar kita menirukan teladan Kristus dan berjalan sebagaimana Ia berjalan…         

                   Hamba-hamba Kristus tidak memiliki rumah atau harta benda di sini. Mereka mengerti bahwa hanya Karena Tuhan berkuasa maka kita diizinkan tinggal dalam damai dan keamanan ditengah musuh-musuh kita. Mendapatkan kemurahan hati dunia tidak menjadi hak istimewa kita. Kita harus mau menjadi miskin dan dihina di dunia ini sampai peperangan selesai dan kemenangan di raih. Para anggota Kristus di panggil untuk keluar dan dipisahkan dari pertemanan dan roh dunia, dan kekuatan serta kuasa mereka ada karena telah dipilih dan di terima Tuhan…
              
                    Meskipun demikian anggota-anggota Kristus itu adalah sebagaimana Ia dulu di dunia ini. Mereka adalah putra dan putri Tuhan dan menjadi ahli waris bersama-sama Kristus, dan kerajaan dan kekuasaan milik mereka. Dunia tidak memahami karakter dan panggilan suci mereka. Mereka tidak mengerti pengangkatan mereka ke dalam keluarga Tuhan. Persatuan dan persekutuan mereka dengan Bapa dan Anak tidak diperlihatkan kepada dunia, dan meskipun mereka melihat kehinaan dan celaan mereka, namun tidak terlihat jadi apa kelak mereka nanti. Mereka adalah orang-orang asing. Dunia tidak mengenal mereka dan tidak menghargai motif-motif yang menggerakkan mereka. –Review and Herald, 5 Juli 1875.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar